oleh

Koarmada II Kembali Terlibat Latma dengan Angkatan Laut Thailand

-Hankam-589 views

Surabaya, SEMANGAT45.net – Komando Armada (Koarmada) II kembali terlibat dalam latihan bersama (latma) dengan Royal Thai Navy (RTN) atau Angkatan Laut Thailand yang diberi sandi Sea Garuda 20AB-19. Segala persiapan menyangkut latihan tersebut menjadi bahasan utama dalam Final Planning Conference (FPC) Sea Garuda 20AB-19, yang dilaksanakan di Hotel JW Marriot Surabaya mulai hari ini Selasa (18/6).

Dalam konferensi akhir yang akan dilaksanakan hingga 20 Juni 2019 ini, delegasi TNI AL dalam hal ini Koarmada II diwakili oleh Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmada II Kolonel Laut (P) Eko Wahyono. Sementara delegasi RTN diwakili oleh Komandan Kapal HTMS Bhumibol Adulyadej, Capt Smitnat Kunnavatana beserta anggota delegasi lainnya dari angkatan laut kedua Negara.

Latihan gabungan Sea Garuda merupakan latihan bilateral antara TNI AL dan Royal Thai Navy (RTN) yang diadakan secara rutin setiap 2 tahun sekali. Sea Garuda 20AB-19 menurut rencana akan diselenggarakan mulai tanggal 15-21 Agustus 2019 di mana Thailand sebagai tuan rumah.

Latihan Sea Garuda 20AB-19 akan melibatkan 2 kapal perang dari TNI AL yakni KRI Bung Tomo-357 dan KRI Frans Kaisiepo-368. Sedangkan Angkatan Laut Thailand melibatkan 2 kapal perangnya yaitu HTMS Bhumibol Adulyadej dan HTMS Rattanakosin.

Latihan Sea Garuda 20AB-18 kali ini juga melibatkan peran Marinir dalam latihan taktik perang amfibi, serta melaksanakan manuver lapangan dengan tujuan berbagi pengetahuan dan pengalaman antara kedua Angkatan Laut negara ASEAN tersebut.

Dalam sambutannya, Dansatkat Koarmada II Kolonel Laut (P) Eko Wahyono sebagai Ketua Delegasi TNI AL dalam FPC Sea Garuda 20AB-19 mengatakan jika latihan bersama Sea Garuda 20AB-19 ini, dipercaya mampu meningkatkan kualitas dari hubungan kerja sama antar TNI AL dengan RTN menuju arah yang lebih baik lagi.

Baca juga  Satgas Pamtas Papua Amankan Puluhan Bungkus Ganja dan Tanduk Rusa

“Pada dasarnya Sea Garuda 20AB-19 bertujuan meningkatkan interoperabilitas dalam aspek-aspek peperangan maritim yang umum terjadi di TNI AL maupun RTN. Di sisi lain juga untuk membangun peluang interaksi dan pertukaran pengetahuan serta pengalaman antara Kormar dan RTMC sebagai kekuatan professional TNI AL maupun RTN,“ terang perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya ini. (*)

Komentar

News Feed