oleh

Mbah Moen Berpulang, Khofifah Ikut Belasungkawa

-NU-237 views

Surabaya, SEMANGAT45.net – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya KH. Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen yang wafat saat beribadah haji di Makkah pada Selasa (6/8) Shubuh.

“Mewakili Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah, KH Maimoen Zubair pada usia 90 tahun,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Mantan Menteri Sosial itu kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan Pimpinan Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah dan juga tokoh PPP tersebut. Ia juga mendoakan agar keluarga Mbah Moen yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran.

“Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa bagi almarhum, semoga diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.

Khofifah mengatakan, dirinya sangat terkejut mendengar informasi meninggalnya Mbah Moen tersebut. Terlebih, bulan Juni lalu Mbah Moen sempat menghadiri pernikahan putri pertamanya, Patimasang di Surabaya.

“Beliau jauh-jauh dari Rembang ke Surabaya menyempatkan diri untuk hadir ke akad nikah anak saya dan menghadiahi anak saya lantunan doa yang sangat panjang dan indah,” kenangnya.

Kenangan lainnya, tambah Khofifah, saat dirinya sowan setelah mendapat mandat sebagai gubernur Jawa Timur. Mbah Moen berpesan agar dapat menjaga Jawa Timur tetap aman dan mewujudkan rakyat Jawa Timur agar sejahtera.

“Beliau juga berpesan agar membangun hubungan yang kuat dengan Jawa Tengah karena jantung Indonesia itu berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ceritanya.

Bagi Khofifah, Mbah Moen adalah sosok ulama dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat santun dan kharismatik sehingga begitu dihormati dan disegani banyak kalangan. Wawasan keagamaan dan kebangsaannya sangat luas. Pun perspektif kemasyarakatannya sangat arif dan bijak. Menurut Khofifah, belum ada ulama Indonesia yang sekaliber Mbah Moen dan mampu menggantikan sosoknya. (*)

Komentar

News Feed