oleh

Risma Satukan Budaya Bangsa Lewat Surabaya Vaganza

Surabaya, SEMANGAT45.net – Setiap Minggu pagi sudah menjadi pemandangan umum suasana jalanan di Kota Surabaya lengang oleh para pengendara, baik R2 atau R4. Namun, Minggu (24/3) kemarin, jalanan tampak dipenuhi lalu lalang pengendara motor dan mobil.

Belakangan diketahui, sekitar ribuan masyarakat itu berbondong-bondong mau menyaksikan kemeriahan Surabaya Vaganza pada Minggu pagi. Parade yang mengusung tema Puspawarni ini merupakan kegitan rutin tahunan, rentetan agenda peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-726.

Acara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh 40 mobil hias yang didesain sangat menarik dan memanjakan mata. Juga diikuti oleh 37 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, pelajar sekolah, mahasiswa, warga Surabaya, serta beberapa grup drumband.

Kegiatan yang digelar oleh Pemkot Surabaya ini juga diikuti oleh 13 wali kota yang tergabung dalam anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APeKSI) Wilayah IV. Peserta istimewa ini, sebelumnya telah mengadakan acara Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV (Rakor Komwil IV) di Surabaya, Sabtu, (23/3). Mereka mengikuti parade dengan menaiki kendaraan mobil Jeep Willys dan mengenakan busana adat daerah.

(Wali Kota Risma saat memberangkatkan para peserta Surabaya Vaganza)

Parade diberangkatkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditandai dengan pengibaran bendera. Para peserta itu memulai rute start dari Jl. Pahlawan-Jl. Kramat Gantung-Jl. Gemblongan-Jl. Tunjungan-Jl. Gubernur Suryo-Jl. Panglima Sudirman-Jl. Urip Sumoharjo dan finish di Jl. Raya Darmo, tepatnya di SMAK Santa Maria.

Dalam sambutannya, Risma, sapaan Tri Rismaharini memberi kobaran semangat yang ditujukan kepada arek-arek Suroboyo, khususnya para pelajar agar melanjutkan perjuangan para pahlawan. Caranya, dengan tidak mudah menyerah dan terus belajar dengan tekun. Dengan begitu, mereka bisa berprestasi dan membuktikan bahwa Surabaya bisa menjadi bagian penting di dunia.

Baca juga  Mekarnya Ribuan Tabebuya Percantik Kota Surabaya

“Seluruh warga yang saya cintai, usia Kota Surabaya sudah sangat dewasa dan tua. Karena itu ayo kita tidak boleh malas, harus kerja keras dan membuktikan kita adalah cucu dan cicit para pejuang yang sudah mempertaruhkan kemerdekaan demi kita,” tegas Risma.

Ia menuturkan, dulu para pejuang sudah membuktikan dengan segala keterbatasan alat, namun mampu mempertahankan kemerdekaan. Karena itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini ingin agar seluruh masyarakat Kota Pahlawan juga mengikuti perjuangan para pendahulu.

“Saya berharap para orang tua, ayo kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan menjadikan anak-anak kita orang yang berhasil. Kita buktikan kalau kita bisa jadi tuan dan nyonya di kota kita sendiri, bukan sebagai penonton,” tuturnya.

(Para penari Kecak, Bali sedang melakukan aksinya)

Risma mengungkapkan, Surabaya Vaganza tahun ini lebih banyak budaya yang ditampilkan. Karena itu, melalui pawai budaya ini, ia ingin berbagai elemen masyarakat yang tinggal di Surabaya bisa terus rukun dan saling menghormati.

“Jadi kita tahun ini lebih banyak budayanya. Saya berharap ini menjadi pemersatu kita untuk kita tidak mempermasalahkan lagi siapa kita, asal usul kita, agama kita dan suku kita,” jelasnya.

Menurutnya, dipilihnya tema Puspawarni dalam Parade Surabaya Vaganza tahun ini bertujuan untuk memupuk rasa persatuan berbagai elemen masyarakat yang ada di Surabaya. Ia berharap, masyarakat Surabaya dengan keberagaman suku, adat, dan budaya bisa terus rukun dan terus bergandengan tangan.

“Kita bisa bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun kota ini, sebetulnya itu. Makanya yang kita sampaikan adalah Puspawarni. Jadi bukan hanya bunga, tapi adalah budaya yang beragam di Kota Surabaya,” ungkapnya.

(Kerumunan masyarakat yang menyaksikan iring-iringan Parade Surabaya Vagansa di tikungan Balai Pemuda)

Ketua Apeksi Regional IV Dewanti Rumpoko yang turut hadir dalam acara itu sangat mengapresiasi kegiatan Parade Surabaya Vaganza ini. Ia mengaku terkesima dengan berbagai suguhan kesenian budaya yang ditampilkan.

Baca juga  Maknai Kemerdekaan, Risma Dorong Anak Surabaya Supaya Berhasil Semua

“Selain memang acaranya, terutama drum bandnya, acara keseniannya, parade bunganya juga TOP BGT (top banget),” celetuk Dewanti.

Perempuan berkerudung yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batu ini menambahkan, pihaknya ingin mengadopsi cara Pemkot Surabaya dalam penyelenggaraan parade yang disiplin dan bersih. Ia berharap, masyarakat Kota Batu bisa meniru bagaimana warga Kota Surabaya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Tiba di finish, Risma bersama para tamu yang hadir berkali-kali foto dengan para peserta dan mobil hias. Ia juga menjelaskan bahwa beberapa busana yang dipakai oleh para peserta merupakan hasil karya anak-anak Surabaya. (*)

Komentar

News Feed