oleh

Duo Srikandi Jatim Jadi Saksi Pemecahan Rekor Muri Megengan Kubro

Surabaya, SEMANGAT45.net – Gubernur Jatim Khofifah bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menggelar Megengan Kubro 1440 Hijriyah dengan membagikan sebanyak 21 ribu lebih kue apem ke masyarakat, di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (3/5) sore.

Duo Srikandi ini menjadi saksi pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) yakni 21 Ribu Apem pada acara Megengan Kubro dan Launching Sparkling Ramadhan Tahun 2019. Senior Manager Muri Aryani Siregar yang menyebut terdapat sekitar 21.300 Kue Apem pada Megengan Kubro ini.

Khofifah menjelaskan, istilah Megengan yang identik dengan Kue Apem merupakan salah satu tradisi kearifan lokal yang memiliki nilai budaya yang tinggi. “Istilah Kue Apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab yakni afuan/afuwwun yang berarti ampunan. Jadi, dalam filosofi Jawa, kue ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan,” jelasnya.

Memasuki Bulan Suci Ramadan, gubernur wanita pertama di Jatim itu menegaskan bahwa bulan ini merupakan bulan yang sangat ditunggu oleh seluruh umat Islam. Bulan yang penuh ampunan dengan memperbanyak ibadah wajib dan sunnah.

“Jadi ini kan masuk pada Bulan Suci Ramadan. Di mana saat ini pada posisi Hablumminallah dengan memohon ampun lewat beragam ibadah. Perbanyak tadarusnya, sholat sholat sunnah termasuk tarawih,” tutupnya.

(Usai membuka Megengan Kubro, Gubernur Khofifah bersama Wali Kota Risma berkesempatan menabuh bedug untuk menandai Program Sparkling Ramadan)

Risma, sapaan Wali Kota Surabaya mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Tak lupa ia juga mengimbau pada semua lapisan masyarakat terutama pada generasi muda, agar senantiasa mengingat Allah dan menjauhi hal-hal negatif.

“Saya ingin anak-anak kita belajar Islam dengan benar. Punya pemahaman Islam yang betul, punya akhlak yang baik. Supaya tidak ada lagi anak-anak yang terkena narkoba atau melakukan kenakalan yang lain,” tutur wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini.

Baca juga  3.000 Peserta Semarakkan Parade Surabaya Juang 2019

Risma pun berharap ke depannya pemerintah bisa lebih memakmurkan Masjid Al Akbar Surabaya, supaya dapat menjadi tempat belajar bagi para penerus generasi bangsa.

“Insyaallah ke depannya kita bisa lebih memakmurkan masjid ini. Terutama untuk anak-anak kita agar bisa belajar bagaimana Islam itu, bukan hanya sekedar salat lima waktu saja. Tapi anak-anak juga mempunyai akhlak yang baik,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed