oleh

Lava Tour Merapi, Surga Penikmat Adrenalin di Lereng Gunung Berapi

Yogyakarta, SEMANGAT45.net – Sebanyak 10 unit jeep sudah menunggu kedatangan rombongan tamu dari Surabaya di sebuah tanah lapang Desa Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Rombongan ini berencana mencoba mencicipi paket wisata yang ditawarkan oleh Lava Tour Merapi, sebuah paket perjalanan wisata yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah di lereng Gunung Merapi dengan mengendarai mobil jeep willys terbuka peninggalan Perang Dunia II.

Selain pemandangan alam, Lava Tour Merapi juga menghadirkan citarasa petualangan seru bagi para penikmat adrenalin.

Museum Mini Sisa Hartaku.

“Sambil menikmati pemandangan Gunung Merapi, kita juga akan melewati jalan-jalan di lereng gunung yang berkelok-kelok serta naik turun. Mulai berupa jalan aspal hingga makadam (jalan berbatu), bahkan hanya berupa tanah berlapis debu tebal,” terang Iwan, pemandu salah satu operator Lava Tour Merapi.

Usai briefing dan berdoa, rombongan telah siap di jeep masing-masing untuk meluncur ke spot-spot wisata pemacu adrenalin. Setiap jeep diisi oleh empat orang penumpang ditemani sang sopir. Sebelum naik jeep, rombongan diwajibkan untuk memakai masker dan helm. Tanpa mematuhi hal tersebut, pemandu dengan tegas tidak akan memberangkatkan rombongan.

“Ini safety first, kita utamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Sejak kejadian kecelakaan yang menimpa wisatawan hingga mengakibatkan korban jiwa pada bulan Januari lalu, kami terus berbenah. Mulai dari perlengkapan keselamatan, etika dalam memandu, pembuatan SOP, hingga Perbup,” ungkap Iwan.

Setelah dikomando pemandu, jeep-jeep yang dinaiki rombongan langsung meluncur menuju spot yang pertama. Spot ini bernama Museum Mini Sisa Hartaku.

Tampak beberapa gelas kaca bersama barang-barang lainnya yang meleleh.

“Di tempat ini kita melihat benda-benda yang menjadi saksi bisu letusan Gunung Merapi. Mulai dari botol dan gelas kaca yang meleleh, kerangka sepeda motor, peralatan dapur dan peralatan musik yang rusak, mesin jahit, tabung televisi, hingga hewan peliharaan yang hanya tersisa kerangkanya. Sebuah jam dinding yang berhenti di angka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya kisah pilu tersebut,” terang Iwan sambil menunjuk ke benda-benda tersebut.

Baca juga  Terkuak, Ini Alasan Risma Resmikan 70 Taman Baru

Ngeri bercampur sedih, itulah gambaran perasaan Didit, wisatawan asal Surabaya usai melihat barang-barang yang rusak akibat erupsi Gunung Merapi tersebut. Puas melihat barang-barang yang rusak tersebut, rombongan melanjutkan perjalanannya menuju ke Batu Alien. Spot ini merupakan sebuah perkampungan namun hancur luluh lantak, rata dengan tanah usai diterjang oleh letusan Merapi.

“Dinamakan Batu Alien atau Batu Alihan ini karena batu sebesar mobil ini sebelumnya tidak ada. Makanya masyarakat menamakannya dengan batu alihan (ngalih, bahasa Jawa: pindah),” terang Iwan.

Belum puas melihat kerusakan yang diakibatkan erupsi Merapi yang terjadi pada Oktober 2010 lalu, rombongan diajak menuju ke bekas rumah sang juru kunci Gunung Merapi, yakni Mbah Marijan. Di sini bisa dilihat dua buah motor milik Pak Asih (anak dari Mbah Marijan) yang hancur tinggal kerangkanya saja.

Dua buah motor milik Pak Asih serta sebuah mobil suzuki APV.

Di dekat dua motor, ada sebuah kerangka mobil yang belakangan diketahui adalah sebuah mobil Suzuki APV. Mobil ini memiliki cerita tersendiri, terutama detik-detik saat terjadinya erupsi Merapi. Hal itu bisa diketahui dengan melihat tulisan yang dibingkai dengan kaca bertuliskan “Kronologi Erupsi Merapi”, dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Sleman.

Saat yang ditunggu-tunggu oleh semua wisatawan baik lokal maupun mancanegara, yakni spot air di Kali Kuning. Di spot ini, para wisatawan bisa berteriak sebebas-bebasnya seperti naik roller coaster. Masing-masing jeep menjajal semua genangan air dari yang dangkal sampai dengan yang dalam. Tidak seberapa dalam, hanya setengah dari bodi jeep, tapi cukup membuat sang sopir dan para penumpang basah kuyup.

Di spot ini, penumpang atau wisatawan bisa request untuk kadar basahnya. Ada yang hanya ingin dilewatkan air saja tanpa berbasah-basah, ada yang setengah basah, hingga sampai basah kuyup. Di spot ini sampai disediakan/dijual jas hujan bagi yang ingin pakaiannya tetap kering tapi ingin basah kuyup.

Baca juga  Ingin Susuri Sungai Mas, Ini Jadwal dan Rutenya

Dengan memacu jeepnya secara kencang tapi terkendali, jeep tersebut satu per satu masuk ke dalam kubangan-kubangan yang ada di Kali kuning ini. Kecepatan dan pengereman yang dilakukan jeep secara bersamaan itu menimbulkan riak hingga mengenai para penumpang jeep. Bahkan, ada juga salah satu sopir jeep yang iseng bisa ngerjain jeep-jeep yang lain dengan cara membuat riak tersebut memancar ke jeep hingga mengenai penumpang dan sopir jeep.

Para wisatawan sedang menjajal spot air.

“Pastikan kita terus berpegangan supaya tidak terjungkal saat pengemudi Willys beraksi menginjak rem atau menarik gas secara mendadak. Yang paling seru dari semuanya adalah saat Willys digeber dengan kencang masuk ke dalam sungai. Meski baju basah kuyup, hal ini akan membuat kita ketagihan dan berteriak lagi, lagi, dan lagi,” seru Iwan kepada rombongan.

Jalur yang dilalui para rombongan tersebut tergantung paket yang diambil. Salah satu pemilik operator Lava Tour Merapi Dovi Kristiawan menjelaskan, ada tiga trip yang bisa dipilih para pengunjung/wisatawan.

Trip pertama, Short yakni jarak pendek dengan durasi sekitar 2 jam. Trip kedua, Medium yakni jarak menengah dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Terakhir, trip ketiga, Long yakni jarak jauh dengan waktu tempuh sampai 3 jam perjalanan.

“Semakin jauh rute yang kita pilih, semakin banyak tempat yang bisa kita lihat. Bahkan jika memilih paket Long Trip, kita bisa mengunjungi makam Mbah Maridjan,” pungkasnya. (*)

Komentar

News Feed